Bali sebuah pulau yang terkenal dengan destinasi wisatanya yang sangat indah. Keindahan tersebut bahkan memikat para turis lokal maupun internasional. Banyak diantara mereka juga ingin memiliki hunian dan property di Pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata ini.

Diantara banyak jejeran vila dan hotel yang ditawarkan, Bali ternyata juga memiliki apartemen. Namun masalahnya, tidak banyak apartemen di Bali bisa dimiliki. Dari sekian banyak hunian,
Lavaya Resort and Residence Nusa Dua memberikan alternatif pilihan untuk memiliki unit ataupun menjadikannya invetasi properti yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Selain itu beberapa alasan kenapa Lavaya Resort dan Residence ini layak menjadi hunian pilihan,

Tropical Landscape

Lavaya didesain oleh arsitketur bernama Peter Gan. Konsep yang diusungkan merupakan Tropical Landscape. Hal ini dikarenakan oleh keindahan alam dan budaya di Bali yang masih dipertahankan hingga saat ini. Sehingga tema tersebut memberi kesejukan tersendiri bagi pengunjung dan pemilik properti nantinya, mengingat lokasinya juga berdekatan dengan pantai.

Tiang Pancang

Pembangunan Lavaya lebih menggunakan pondasi tiang pancang. Kedalaman tiang tersebut mencapai 11 sampai 12 meter dari permukaan tanah. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi jika terjadi goncangan gempa. Kekuatan tiang pancang tersebut mampu menahan kekuatan gempa mencapai 7 skala richter.

Sebagai informasi, rata-rata pembangunan di Bali memiliki tinggi bangunan maksimal 15 meter. Untuk konsultan struktur, hal itu lebih memudahkan karena kekuatannya tidak harus high rise. Sehingga banyak pembangunan di Bali menggunakan pondasi telapak atau pondasi menerus. Akan tetapi Lavaya lebih menggunakan tiang pancang.

Baja Ringan

Pada rangka atap, Lavaya menggunakan baja ringan. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban struktur itu sendiri. Selain itu, sistem rangka baja ringan juga menganalisir dari produk bluescope sehingga akan tahan dengan tekanan angin. Terutama untuk bangunan yang berada dipinggir pantai yang memiliki tekanan angin lebih kencang dibandingkan wilayah lainnya.

Graniton

Graniton merupakan sebuah alternatif baru yang sangat menarik. Bentuknya yang menyerupai batuan alam membuat pembangunan Lavaya terlihat sangat homely dan dekat dengan alam. Namun lebih dari itu, penggunaan graniton dinyatakan jauh lebih ekonomis dibandingkan batuan alam yang cendrung sangat sensitiv terhadap perubahan cuaca.

Sedangkan penggunaan produk dari graniton tahan terhadap cuaca apapun, tidak gampang lumut dan mudah dalam segi penanganan. Sehingga kedepannya saat melakukan maintenence tidak akan menguras kantong terlalu dalam. Itulah alasan kenapa semua pasak di Lavaya rata-rata menggunakan graniton.

Batu Alam dari Suka Bumi

Tidak lengkap jika sebuah hunian di Bali tanpa adanya kolam renang. Lavaya sendiri juga memiliki kolam renang dengan bentuk lagoon. Penggunaan bahannya juga batu hijau yang didatangkan langsung dari Sukabumi, Jawa Tengah. Selain itu, untuk bagian Pooldeck-nya juga memakai batu Andesit dari Pemalang, Cirebon.

Hal itu bertujuan untuk menyajikan kesan Resort yang natural dengan batu asli dari alam Indonesia. Jadi saat melakukan aktivitas berenang Bersama keluarga, pengunjung tidak hanya merasakan kesan tropical saja namun juga kemewahan yang dibalut dalam bentuk keindahan alam yang elegan.

Itulah lima alasan Lavaya Resort dan Residence menjadi pilihan hunian terbaik di Bali.